5 Jan 2012

Kisah Perang Laut

KETERANGAN GAMBAR : Sebuah kapal "baris" sekitar abad ke-18.
1. Dek puncak 2. Dek meriam atas 3. Dek meriam bawah; merupakan dek paling luas dengan meriam-meriam paling besar 4. Dek bawah air 5. Gudang (kabelgat) 6. Lunas 7. Cocor 8. Kepala patung penghias


Dahulu peperangan di laut dilakukan di atas kapal-kapal panjang, ramping dan cepat, digerakkan oleh berlapis-lapis pendayung, dan dilengkapi dengan haluan penumbuk. Dari kapal-kapal kuno ini berkembanglah kapal galley dan galleas, yang di pergunakan dalam Perang Lepanto, pada tahun 1571. Peperangan ini adalah salah satu perang laut terbesar gabungan armada Spanyol-Italia melawan armada Turki yang terdiri dari 273 buah galley di bawah pimpinan Ali Pasha.

Atas : Sebuah lukisan lama tahun 1585


Kapal galleas adalah perpaduan antara galley dengan galleon (galiung). Persenjataannya lengkap seperti galleon, sedangkan kecepatan membeloknya seperti galley. Kedua kesanggupan ini banyak membantu armada gabungan Spanyol-Italia dalam mengalahkan armada T
urki. Lepanto merupakan perang kapal dayung terakhir dijamannya. Armada Inggris dan armada Spanyol yang dikalahkannya pada tahun 1588, hampir seluruhnya terdiri dari kapal galleon. Galleon-galleon ini adalah kapal layar yang persenjataannya terbilang cukup hebat pada masa itu.

"KAPAL BARIS"

Atas : Sebuah kapal perang inggris yang terlibat perang dengan bajak laut barbar

Mulai akhir abad ke-16 sampai awal abad ke-19, kapal perang hampir tidak mengalami peningkatan perubahan dan hanya dapat menembak dari lambung kapal. Dalam berperang, kapal-kapal mengambil posisi berbaris ke belakang, karena itulah dijuluki "kapal baris". Kapal perang kelas satu dilengkapi dengan 100 pucuk meriam atau lebih, kelas dua 90 sampai 100, dan kelas tiga 50 sampai 80. Jarak tembak, ketepatan dan kecepatan sangat diperlukan.

Setelah lebih dari 250 tahun, akhirnya pada pertengahan abad ke-19, kapal layar kayu mengalami perubahan baru. Pertama, lahirnya mesin uap, dan kedua tercipta kapal yang berlapis besi. Tapi kemudian bahan peledak pun mengalami penyempurnaan, yang membuatnya mampu untuk menembus lapisan besi. Perkembangan yang berarti dirasakan pada tahun 1862 dengan dibuatnya kapal "Monitor" yang seluruhnya terdiri dari bahan dasar besi. Monitor pernah terlibat dalam perang laut dengan kapal yang juga terbuat dari bahan dasar yang sama bernama "Merrimack" pada masa perang saudara di Amerika.

Bawah : Monitor (1862), kapal yang mengakhiri jaman "meriam lambung"
lawannya adalah kapal merrimack


Yang terpenting dalam hal ini adalah penggunaan dudukan meriam yang dapat berputar pada kapal Monitor.
Dengan adanya tenaga uap, penggunaan lapisan besi, dan dudukan meriam berputar, konstruksi-konstruksi kapal mulai mengalami peningkatan memasuki zaman kapal perang awal abad ke-20.

  • sumber : pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...